Skip to main content

Vivi Kusrini : Murid SMP yang Terpaksa Bunuh Diri

Vivi Kusrini, Kick Andy, Bunih diri, Siswa Bunuh Diri
Vivi Kusrini
(Anak SMP N 10 Bantar Gebang)
Tokoh yang akan kita bahas kali ini adalah Vivi Kusrini. Salah satu korban bullying yang marak diperbincangkan beberapa waktu yang lalu. Vivi kusrini merupakan murid SMP 10 Bantar Gebang, Bekasi. Kasus Bullying yang menimpa Vivi bukan kekerasan fisik tetapi kekerasan mental atau pelecehan.

Vivi Kusrini merupakan anak dari Joko Kirsan. Ayahnya ini bekerja sebagai penjual bubur. Maka di sekolah Vivi dipanggil (diejek) dengan nama Vivi anak jokbur. Artinya kurang lebih Vivi anak joko tukang bubur. Terus menerus diejek seperti itu Vivi akhirnya tidak tahan dan curhat kepada bapaknya. Dia minta pindah sekolah di kampung. Tetapi karena sudah sangat tidak tahan diejek terus menerus Vivi akhirnya bunuh diri dengan mengikat lehernya (gantung diri) dengan seutas kabel televisi.

Kick Andy, Joko Kirsan, Vivi Kusrini, Bulliying, Bunuh diri
Buku Kumpulan Kisah Inspiratif
Dalam sebuah tayangan di kick andy yang membahas masalah Bullying dihadirkan beberapa narasumber, salah satunya adalah Joko Kirsan (Ayah Vivi) dalam acara tersebut beliau menjelaskan bagaimana hingga akhirnya anaknya sampai bunuh diri.

“Awalnya Vivi tak acuh pada pelecehan yang dilakukan teman – temannya. Tapi lama kelamaan dia tidak tahan juga, karena teman – temannya terus mengolok – olok, “Vivi anak Jokbur”, “Vivi anak Jokbur”.

Pada saat itu Joko sudah bermaksud memindahkan anaknya pindah ke kampung, tetapi berhubung sedang ada tes maka Joko ingin menunda sampai tes sudah beres. Joko hanya berpesan kapada anaknya untuk ikut tes dulu, kamu sabar saja sebab kenyataan bahwa pekerjaan bapakmu emang sebagai penjual bubur. Joko juga menyakinkan kepada Vivi bahwa pekerjaan menjual bubur itu pekerjaan halal jadi tidak usah malu.

Namun nasib berkata lain, sebelum niat Joko (Ayah Vivi) itu terlaksana, Vivi sudah mengambil jalan pintas untuk mengakhiri penderitaannya. Anak SMP yang lugu itu memutuskan bunuh diri.

Dalam kesempatannya tampil di kick andy, Joko berpesan kepada para anak muda agar jangan melecehkan orang lain. Dan kepada orang tua, joko berpesan “Ajarkan anak – anak untuk berbuat baik, saling menghargai, jangan biarkan anak – anaknya melecehkan kekurangan orang lain".

Semoga kita semua dapat belajar atas kejadian tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Guru Yosen : Punya Pedang Yang Tajam Harus Punya Gagang

Guru Yosen (Guru yang mengajarkan Chinmi Kungfu Peremuk Tulang) Guru yosen merupakan salah satu tokoh dalam serial Komik Kungfu Boy . Beliau merupakan guru yang mengajarkan jurus Kungfu Peremuk Tulang kepada Chinmi. Guru yosen merupakan pendekar yang berbakat dan berilmu tinggi. Selain kungfu peremuk tulang, guru yosen juga menguasai jurus andalan lain yaitu jurus dewa petir. Guru Yosen merupakan pendekar yang suka mabuk-mabukkan. Tiada hari baginya tanpa minum arak. Hingga akhirnya beliau meninggal dunia akibat levernya rusak karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol. Namun sebelum meninggal beliau sempat mewariskan kungfu peremuk tulang kepada Chinmi. Beliau meninggal dalam keadaan damai dan tersenyum setelah melihat keberhasilan Chinmi menguasai kungfu peremuk tulang.

Chinmi : Pendekar Bermata Elang dan Tangan Sekuat Baja

Chinmi Tokoh yang akan kita bahas kali ini adalah Chinmi . Chinmi merupakan tokoh utama dalam serial komik Kungfu Boy karya Takhesi Maekawa . Chinmi mempunyai kecerdasan yang tinggi, mata yang tajam, tangan sekuat baja dan mental yang kuat. Awal cerita, Chinmi bekerja membantu kakaknya berjualan makanan di warung. Hingga suatu ketika ada seorang Bapak Tua yang mengajaknya untuk belajar ilmu bela diri di Kuil Dairin. Akhirnya dia pun tertarik dan berangkat menuju Kuil Dairin.

Tenshu : Jagoan Kungfu Bulan Sabit

Tenshu dengan senjata pisau Bulan Sabitnya Tenshu merupakan salah satu tokoh dalam serial komik Kungfu Boy. Dia adalah pendekar kungfu yang menggunakan senjata yang berbentuk bulan sabit. Kungfunya dikenal dengan sebutan Kungfu Bulan Sabit.